Sebelum baca Kamus Bahasa HAKKA kita lihat dulu mayoritas orang Tionghoa dengan latar belakang bahasa Hakka/Khek di Indonesia.
Indonesia terhitung sebagai salah satu negara yang memiliki konsentrasi orang Hakka. Sebagai salah satu minxi (sub-grup) Han, jumlah orang Hakka lebih kecil daripada orang Yue (Kantonis) atau Min-nan (Hokkien), tetapi mereka agak tersebar di berbagai daerah. Daerah-daerah yang menjadi konsentrasi warga Tionghoa penutur bahasa Hakka di Indonesia yang paling utama tentunya adalah Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Jakarta dan Aceh. Di berbagai kota besar di Indonesia juga bisa ditemui orang Hakka ternyata, misalnya di Medan, Bandar Lampung, Palembang, Makassar, Bandung, Surabaya dan sebagainya. Di daerah tertentu, baik kota besar dan kecil, orang Hakka termasuk minoritas, tapi juga meninggalkan jejak penting. Tokoh taipan terkenal dari Medan bernama Tjong A-fie dengan mansionnya yang megah adalah seorang Hakka.
Di Tiongkok sendiri, penutur bahasa Hakka tersebar di beberapa provinsi karena kecenderungan yang suka berpindah-pindah tempat. Hasilnya adalah orang Hakka itu sangat mudah membaur dengan lingkungan sekitar yang membawa akibat pada varian dialek yang sangat banyak jenisnya. Penutur bahasa Hakka di Indonesia sendiri varian dialeknya tidak sebanyak di negeri asal. Tetapi karena kecenderungan berbaur dengan lingkungannya, maka orang Hakka di Indonesia juga banyak yang dipengaruhi bahasa daerah lokal. Jangan heran misalnya banyak orang Hakka di berbagai daerah tidak bisa lagi berbahasa Hakka melainkan berbahasa daerah setempat. Kasus seperti ini juga terjadi di negeri asalnya.
Penutur bahasa Hakka di Indonesia umumnya datang dari:
- Provinsi Guangdong (penutur dialek Meizhou, Huiyang, Dongguan, Lufeng, Hepo, Huizhou dsb)
- Provinsi Fujian (penutur dialek Yongding)
Penutur bahasa Hakka di Aceh, Kota Pontianak, Jakarta, Pulau Belitung contohnya banyak berasal dari penutur dialek Meixian, Meizhou, yang dianggap sebagai patokan bahasa Hakka standar. Meizhou dijuluki sebagai "Ibukota Hakka Dunia" (世界客都), makanya bahasa Hakka ini yang paling dikenal. Bahasa Hakka adalah lingua franca penduduk Tionghoa di Aceh. Yang berbahasa Hokkien pun memakai bahasa Hakka ketika di Aceh. Orang Hakka di sana tersebar di Meulaboh, Banda Aceh (kawasan Peunayong), Lhokseumawe dll. Mereka sebagian besar bekerja sebagai pedagang/pebisnis. Mereka juga ikut terkena imbas dari tsunami dahsyat tahun 2004.
Kamus Sehari-hari Bahasa Hakka/Khek (客家)
Kata Harian :
- Ngai = Saya
- Ngi (y) = Kamu
- Ki tew ngin (y) = Mereka
- Ngin (y) = Orang
- Ngin sa = Orang-orang
- Hang lu = Berjalan
- Cho = Duduk
- Khi = Berdiri
- Phiau / Thiau = Lompat
- Thiau bu = Joget
- Chong ko = Nyanyi
- Sit = Makan
- Jim = Minum
- Shit = Pernah
- Pau = Kenyang
- Ngo = Lapar
- Hot sui = Haus
- Soi muk = Tidur
- Hong shin = Bangun
- Sang = Hidup
- Si = Mati
- Pui = Terbang
- Shin = Roh
- Buk kha = Rumah
- Oi = Mau
- Mo'oi = Tidak Mau
- Co tet = Boleh
- Mo tet = Tidak Boleh
- Mo = Tidak
- Kong fa = Berbicara
- Shu = Buku
- Hok thong = Sekolah
- Thuk shu = Bersekolah
- Khau shu = Belajar
- Khau she = Ujian
- Thai = Besar
- Seh / Siau = Kecil
- Chong = Panjang
- Miang = Nama (or) Nasib
- Siang = Marga
- She = Tulisan
- Nam ngin (y) = Laki-laki
- Fan pho ngin (y) = Perempuan
- Ciang = Bagus
- Khioy = Capek
- Bhu = Gelap
- Boi = Bisa
- Kong boi/fa = Berbicara
- Tian = Langit / Alam Semesta (Tuhan)
- Thi = Bumi
- Sui = Air
- Siat = Es
- Kun Sui = Air panas
- San = Hutan
- Xin = Baru
- Kiu = Lama
- Sau = Hangat (or) Kurang
- Ngiat = Panas
- Ngiat thew = Matahari
- Ngiat kong = Bulan
- Cin = Pintar
- Ngong = Bodoh
- Pian = Bohong
- Fai = Sakit
- Ho = Sehat (or) Baik
- Fo = Lampu
- Fo hi = Akur
- Ma'ai = Kenapa
- Cu ma'ai = Ada apa
- Ma ngin = Siapa
- Nyong pen = Bagaimana
- Ki to = Berapa
- Mai = Beli
- To lo mai = Jual
- Kui = Mahal
- Pian ngi (y) = Murah
- Chon = Untung
- Sat = Rugi
- Liau = Habis
- Lui = Uang
- Ngian (y) = Tahun
- Fun = Pusing
- Kiat fun = Nikah
- Cho = Rumput
- Choi = Sayur
- Choi jan = Kebun
- Kak li = Tetangga
- Khon = Lihat
- Ta = Berkelahi
- Chau kau = Cek Cok / Ribut
- Chau si ngin (y) = Berisik
- Sang = Suara
- Tiam = Diam
- Tiam = Jam
- Tiam cung = Jam dinding
- Siu piau = Jam tangan
- Hoi ngin = Gatal
- Mong ki = Lupa
- Min chong = Tempat tidur
- Min Thew = Bantal
- Sam = Baju
- Khu = Celana
- Siat Khui = Kulkas
- Thung = Nyeri
- Fai = Sakit
- Ho = Sembuh
- Ho = Baik
- Lu = Jalan
Anggota Tubuh :
- Tew na = Kepala
- Bon sin = Tubuh
- Siu = Tangan
- Kiok = Kaki
- Kiok Tai = Telapak kaki
- Si Fut = Pantat
- Mian = Muka
- Phi khung = Hidung
- Ngan chu = Mata
- Coi = Mulut
- Ngi kit = Telinga
- Thew na mo = Rambut kepala
- Mo = Bulu / rambut
Profesi :
- Shin Sang = Guru
- Thew Ka = Pengusaha
- Siau Kung = Kuli
Kendaraan :
- Hang Lu = Berjalan Kaki
- Hi Cha = Mobil
- Fo Cha = Kereta Api
- Kiok Cha = Sepeda
- Fui Ki = Pesawat
Binatang :
- Kheu : Anjing
- Miau : Kucing
- Lao Fu : Macan
- Liung : Naga
- Khi Fu : Tarantula
- Niu : Sapi
- Ma : Kuda
- Kai : Ayam
- Chu : Babi
- Hew ko : Monyet
- Jam sa : Cicak
- Ki chat : Kecoa
- Sa : Ular
- Eng : Ikan
- Ha ma : Katak
- Ha Kung : Udang
- Lo Hai : Kepiting
Buah-buahan :
- Si kua = Semangka
- Muk kua = Pepaya
- Fan su = Singkong
- Thew = Kacang
- Kung ciau = Pisang
- Liu ngan = Kelengkeng
- Xiang Li = Pear
Angka :
- Jit = Satu (1)
- Nyi = Dua (2)
- Sam = Tiga (3)
- Shi = Empat (4)
- Eng = Lima (5)
- Liuk = Enam (6)
- Chit = Tujuh (7)
- Pat = Delapan (8)
- Khiu = Sembilan (9)
- Sip = Puluhan (0)
- Pak = Ratusan (00)
- Chian = Ribuan (000)
- Ban = Puluh Ribuan (0.000)
Kalimat Sederhana :
- Ngi hok nyong pen? = Apa kabar kamu ?
- La sit fon mang? = Sudah makan belum?
- Oi hi na bui? = Mau pergi kemana?
- Kin ha ki to tiam? = Sekarang pukul berapa?
- Oi mai ma kai? = Mau beli apa?
- Ki to lui? = Berapa harganya?
- Ngi ma kai miang? = Siapa nama kamu?
- Ngi khon ma kai? = kamu lihat apa?
- Ngi ki to Soi? = Kamu umur berapa?
- Ngi hen na bui? = Kamu tinggal dimana?
- Ngi la kiat fun mang? = Kamu sudah menikah belum?
- Ngi Cho thew lu hi na bui? = Kamu kerja dimana?
Basic dalam percakapan :
- Dimulai dengan kata "ngi" diawal pertanyaan.
- Diakhiri dengan kata "mang" jika meminta jawaban iya atau belum.
- Diakhiri dengan kata "nyong pen" jika meminta jawaban dengan penjelasan.
- Diakhiri dengan kata "na bui" jika menanyakan tempat.
- menggunakan kata "ki to" pada kata kedua dari belakang jika menanyakan jumlah.
